KERJA BESAR, BUKAN OMONG BESAR
Bagaimana kabar Anda hari ini ? Semoga tetap dalam SEMANGAT PAGI dan selalu mengisi
hari-hari dengan kejernihan hati.
Seringkali orang mengatakan bahwa kesuksesan dapat diraih dengan memiliki impian dan tujuan yang jelas dan terukur. Mereka yang mampu menggambarkan impian dan tujuan
yang ingin diraihnya dengan jelas dan jernih, akan dapat meraih kesuksesan. Namun realitasnya banyak manusia di muka bumi ini yang sudah memiliki impian dan tujuan yang jelas dan terukur namun tidak pernah berhasil mencapainya. Banyak orang yang mampu menggambarkan impian dan tujuannya sejernih kristal, setajam pisau belati, namun tidak berhasil meraih impiannya tersebut. Mengapa demikian ?
Salah satunya adalah karena sebagian besar orang hanya sebatas memiliki impian dan tujuan semata. Banyak orang yang hanya memiliki impian dan tujuan sebatas omongan, belum dalam realitas tindakannya. Itulah salah satu penyebab mengapa banyak orang yang tidak mampu merealisasikan impiannya.
Kita harus menyadari bahwa kesuksesan dan kemuliaan hanya dapat diraih melalui sebuah kerja besar, melalui usaha besar dengan cara yang cerdas, bukan dengan omong besar semata. Kita harus menyadari bahwa sesuatu yang besar hanya dapat diraih melalui kerja besar dan usaha yang besar. Maka bukan sekedar impian dan tujuan semata, diperlukan kemampuan kita untuk mendefinisikan sasaran atau target kesuksesan tersebut kedalam sebuah strategi perencanaan dan langkah-langkah dalam tindakan yang harus dilakukan.
Diperlukan penjabaran dalam strategi dan langkah-langkah yang harus dilakukan dengan jelas, sehingga dapat menjadikan setiap tindakan atau setiap kerja yang dilakukan selalu terarah sesuai dengan sasaran impian tersebut. Dengan demikian bukan sekedar omong besar, namun diperlukan kerja besar dengan strategi dan perencanaan yang terarah sesuai impian. Karena kalau hanya melakukan kerja besar namun tidak memiliki strategi dan perencanaan yang jelas dan terarah sesuai impian, maka akan menjadi sia-sia.
Mengubah sebuahimpian dan tujuan menjadi sebuah strategi dalam perencanaan tindakan nyata dalam kehidupan adalah hal yang sangat penting. Meski demikian itu saja belum cukup, masih diperlukan lagi sebuah keyakinan akan kemampuan dalam diri, komitmen tinggi untuk meraihnya, serta memiliki ketahanan mental yang tinggi untuk menghadapi setiap tantangan dalam menjalankannya. Karena itu sangatlah penting melaklukan usaha besar dengan tindakan nyata yang terarah, dibekali dengan keyakinan yang kuat serta komitmen yang tinggi untuk mencapai sasaran yang diinginkan.
Orang-orang yang berhasil meraih kesuksesan dan kemuliaan hidup sangat menyadari bahwa meraih sebuah impian kesuksesan sangat diperlukan kerja cerdas, kerja besar dan usaha besar dengan keyakinan hati yang kuat. Mereka yang berhasil tidak pernah melakukan kerja dengan setengah-setengah, tidak pernah melakukan usaha dengan setengah hati, tetapi memiliki keyakinan hati yang kuat dalam menjalankan strategi yang sudah direncanakannya. Memiliki komitmen tinggi dalam tindakan memperjuangkan tujuannya. Karena mereka yang berhasil meraih kesuksesan bukan mereka yang hanya pintar berbicara atau "omong besar", melainkan mereka yang memiliki kesungguhan melakukan kerja besar untuk merealisasikan tujuannya.
Pada kenyataannya banyak orang kalau ditanya pasti menginginkan sebuah kesuksesan besar dalam hidup, tetapi realisasinya ndalam tindakan tidak sesuai dengan omongannya. Misalnya, mereka tidak mengalokasikan tenaga yang cukup, waktu yang memadai dan usaha yang besar untuk mewujudkan impian besarnya. Pada akhirnya mereka tidak akan pernah berhasil meraih tujuannya.
Pertanyaannya, bagaimana dengan diri kita masing-masing ? Sudah seberapa besarkah alokasi waktu dantenaga yang kita curahkan untuk meraih impian kesuksesan yang kita cita-citakan ?
Sudah berapa kuatkah keyakinan hati kita dapat memperjuangkan impian kesuksesan yang kita canangkan ?
Sudah berapa besarkah usaha yang kita lakukan dalam merealisasikan impian kita ? Apakah kita sudah fokus dan terarah dalam setiap tindakan mengacu pada sasaran impian yang kita tetapkan ?
Hanya diri kita masing-masing yang dapat menjawab pertanyaan ini. Satu hal yang harus kita yakini adalah kesuksesan itu tidak terjadi secara kebetulan.
Keberhasilan itu tidak diperoleh secara kebetulan. Semuanya itu diperlukan semangat yang membara, kekuatan hati yang penuh, komitmen yang tinggi dalam bekerja dan usaha yang besar dalam mewujudkannya. Dengan kata lain, melakukan usaha besar, bekerja dengan cerdas dan keras, berpikir kreatif dan inovatif, melakukan dengan keyakinan sepenuh hati adalah hal yang sangat bijaksana untuk dikerjakan dan belum ada gantinya.
Mereka yang pandai memanfaatkan waktu, memanfaatkan tenaga dengan cukup, menggunakan potensi kemampuan fisik, mental, spiritual yang dimilikinya secara terarah sesuai dengan sasaran impiannya, cenderung akan lebih berhasil dalam meraih sasaran kesuksesan yang ingin didapatkannya. SEMOGA BERMANFAAT.
Sumber: Kerja Besar Bukan Omong Besar Oleh Eko Jalu Santoso adalah, Founder Motivasi
Indonesia, Penulis buku THE ART OF LIFE REVOLUTION dan buku HEART REVOLUTION
diterbitkan Elex Media Komputindo.
Tulis yang Anda inginkan di sini!
Tampilkan postingan dengan label Tambahan Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tambahan Ilmu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 06 Desember 2009
JADILAH YANG PALING BAIK
JADILAH YANG PALING BAIK
Setiap orang pasti memiliki keinginan menjadi manusia terbaik. Namun sayangya sekarang ini banyak orang yang mengartikan salah makna menjadi orang paling baik dalam hidup ini. Apakah itu dalam hubungan antara dua orang manusia atau lebih, apakah itu dalam kaitannya dengan pekerjaan, bisnis, usaha, persahabatan sampai dengan dalam kehidupan bertetangga dan bernegara.
Banyak orang yang berusaha menjadi paling baik dibandingkan dengan orang lain dengan cara mengalahkan orang lain. Sebagian yang lain berusaha menjadi paling baik dengan merendahkan orang lain, bahkan ada yang dengan menyingkirkan orang lain. Banyak juga yang berusaha menjadi lebih baik dibanding orang lain dengan hanya diukur dari nilai penampilan luar atau nilai ukuran keberhasilan duniawi semata, seperti memiliki mobil yang lebih mewah, rumah lebih besar, pakaian dan asesories lebih mahal, dll. Ada juga orang yang berusaha menjadi paling baik dibandingkan orang lain dengan ukuran lebih tinggi dalam kedudukan atau pangkat dan jabatan, lebih tinggi dibanding lainnya dalam hal kehormatan, kesombongan, popularitas, keegoan pribadi, dll.
Kalau mencermati makna sesungguhnya dari rangkaian nasehat bijak dalam hadits tersebut diatas, sesungguhnya bukan hal seperti ini yang menjadi makna terdalam. " Jadilah yang paling baik dari dua orang manusia" yang dimaksudkan adalah lebih baik dibanding orang lain dalam hal akhlak dan mengutamakan kepentingan orang lain. Menjadi lebih baik dibanding orang lain dalam hal memberikan manfaat bagi orang lain. Lebih baik dalam menjaga kemuliaan akhlak, kerendahan hati, lebih baik dalam berbagi kebaikan, kejujuran, menolong orang lain, mengembangkan sikap empati, mengedepankan cinta kasih dan kesetiaan.
Aplikasinya dalam kehidupan, kalau kita sebagai pengusaha, l;ebih baik menjadi pengusaha paling baik dibandingkan orang lain dengan cara menjadi pengusaha sejati. Menjadi pengusaha yang berorientasi pada manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain, pengusaha yang menjalankan bisnis dengan mengedepankan kejujuran, mengutamakan kepentingan konsumen, memberikan pelayanan yang baik, dll.
Kalau kita saat ini masih bekerja sebagai karyawan, lebih baik berusaha menjadi karyawan paling baik dibandingkan dengan orang lain, dengan berusaha menjadi karyawan sejati. Selalu mengedepankan kewajiban dengan professional sebelum menuntu hak kita, mengembangkan diri dalam bidang yang ditekuninya, senang membantu orang lain, berusaha memberikan kualitas pelayanan terbaik, mengutamakan kepentingan orang lain, mengedepankan kejujuran, dll.
Kalau anda sebagai anak, sebagai orang tua, sebagai pasangan, sebagai saudara, sebagai tetangga, berusahalah menjadi paling baik diantara yang lain dalam hal mengutamakan kepentingan dan kebaikan orang lain. Berusahalah selalu menghargai orang lain, bersikap empati, memahami kepentingan orang lain dan menjadikan orang lain merasa penting dan dibutuhkan.
Marilah kita renungkan kembali, dalam berbagai bidang kegiatan kita, baik sebagai pengusaha, sebagai karyawan, sebagai keluarga, sebagai pemimpin, sebagai warga masyarakat, apakah sudah meneladani sikap menjadi yang paling baik dalam kemulian akhak dan mengutamakan kepentingan orang lain ?. Menjadi orang paling baik dalam kehidupan ini, bukan hanya diukur dari penampilan duniawi semata, tetapi diukur dari seberapa besar manfaat yang telah kita berikan dalam kehidupan. SEMOGA BERMANFAAT.
Langganan:
Postingan (Atom)